Perjalanan

 

Perjalanan

Bermula manusia tak berwujud tak bertempat namun bertuhan

Berjanjilah sang sukma untuk bertuhan dan bertuliskan jalan bekal yang akan kita lalui dan yang akan dibawa

Jalan dimana kita sudah di tentukan

Di jalan dimana setiap insan yang bernyawa berjalan dalam sebuah pedoman

Jalan yang setiap manusia berbeda dalam setiap rintangan

Ujian dan cobaan kan berbeda namun kita satu tujuan

 

Waktu berjalan, sekarang telah tiba untuk bertemu dengan sang dunia

Fana penuh fiksi namun itu yang harus dijalani

Proses waktu tak begitu lama sebelum kita siap untuk di uji dalam cobaan sementara

Waktu tugas kita berbeda, soalpun tak sama

Aku selesai duluan atau kamu yang selesai duluan, begitu sebaliknya

Aku hasilnya memusakan atau kamu yang hasilnya mengecewakan, begitu sebaliknya


Tiba saatnya aku selesaikan tugasku

Aku kan pergi terlebih dahulu

Seperti ungkapan seorang kesatria yang menyelesaikan misinya

Begitulah dunia, kemudian pergi meninggalkan raganya

Waktunya sudah selesai

Itu garis dan kepastian yang akan terjadi

Entah engkau atau dia

Entah mereka atau kalian

Entah aku

 

Jangan tangisi yang telah kembali

Dia tidak pergi

Dia tidak pergi 

Dia tidak pergi

Dia hanya kembali

Dia kembali kesang pemilik alam semesta

Mungkin dia bahagia tau sedih, atau kecewa

Entahlah, sebuah rahasia yang kita tau

Dari kitablah semua rahasia itu tertulis

Bacalah petunjuk jalannya yang tertulis dalam kitab sucinya

Maka kita sampai tujuan dengan bahagia, bergembira bersuka cita

Karena tugas kita sudah selesai dengan baik

Tugas perjalanan hidup kita 

 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmop6_XJZxbio48kii0J-b-sTjO8Ys1OWiyKnbhugzPbUzAWUq6o6yyWgboJDyfU51SeYTom0JD0qWYjZYSE9INEQ4_ONQCpk91rO_SuiBs78nBvFcFjnqXai4mmYugENmLfQzO8SW53Y/s1600/Kengerian-Saat-Melintasi-Jembatan-Shirotol-Mustaqim.jpg



Komentar